Rabu, 18 Juli 2012

Makalah Simplisia


BAB I
PENDAHULUAN  

A.    Latar Belakang Masalah

Pengertian simplisia menurut Departemen Kesehatan RI adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apa pun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan.

B.    Alasan

Alasan kami membuat Makalah ini adalah agar kami dapat mengetahui secara lebih detail tentang Simplisia pada macam – macam tanaman.

C.    Tujuan

Tujuan kami membuat Makalah Simplisia tentang tanaman yaitu agar kami lebih mempunyai pengetahuan yang banyak tentang Simplisia berbagai macam tanaman.

D.    Manfaat

Manfaat kami setelah kami membuat Makalah tentang Simplisa tanaman iji yaitu, kami menjadi lebih tahu akan simplisia pada masing – masing tanaman. Dengan membuat makalah tentang simplisia ini, pengetahuan kami juga menjadi lebih banyak akan simplisia tanaman.
 


BAB II
ISI

1.     SIMPLISIA TANAMAN BETADIN 








Ø  Nama Lain
:
Jatropha multifida, Betadine.
Ø  Genus
:
Jatropa
Ø  Family
:
Euphorbiaceae
Ø  Khasiat
:
Sebagai obat luka
Ø  Penggunaan
:
 Jatropha multifida termasuk suku jarak-jarakan (Euphorbiaceae), kerabat dekatnya J. podagrica. Nama jarak sendiri adalah Ricinus communis, pada umumnya suku Euphorbiaceae mempunyai getah putih agak bening dan beracun. Perawakan perdu tinggi bisa mencapai 8 meter, daun tunggal, bentuk daun palmate (menjari) yamg punya lekukan banyak (multifidus), Perbanyakan sangat gampang bisa dari biji bisa dengan stek batang. Getahnya mengandung zat yang bisa menutup aliran darah yang terbuka (pengganti obat merah/betadin) bila kena luka baru.
Tumbuhan ini termasuk ke dalam keluarga jarak (genus Jatropha) dengan nama ilmiah Jatropha multifida atau kalo di lingkungan saya si disebutnya betadin. Penasaran kan kenapa namanya jadi sama dengan obat luka? tentunya karena tumbuhan ini berkhasiat sebagai obat luka.
Sebagai tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae, tumbuhan ini mengeluarkan getah bening yang berfungsi mengeringkan luka. Cukup dioleskan ke bagian tubuh yang terluka dan tunggu sampai kering. Meskipun sangat perih (lebih perih dari obat luka biasa), getah tumbuhan ini cukup ampuh dalam 2 kali olesan untuk luka ringan sampai sedang.

2.     SIMPLISIA TANAMAN LIDAH BUAYA
  
Ø  Nama Lain
:
Aloe barbadensis Milleer
Ø  Khasiat
:
Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.
Ø  Penggunaan
:
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.
Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,[1] sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
Aloe vera/lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Dengan beragam manfaat yang terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut


3.     SIMPLISIA TANAMAN ENCENG GONDOK



















Ø  Nama Lain
:
Eichhornia crassipes, (Palembang) dikenal Kelipuk, (Lampung) Ringgak, (Dayak) Ilung-ilung, (Manado)  Tumpe
Ø  Khasiat
:
eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur.
Ø  Penggunaan
:
Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.[2] Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.
Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur.
 Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.
Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida.

4.     SIMPLISIA TANAMAN JERUK NIPIS










 

Ø  Nama Lain
:

Citrus aurantifolia)

Ø  Khasiat
:
Beberapa Penyakit Yang Dapat Diobati diantaranya Amandel, Malaria, Ambeien, Sesak Nafas, Influenza, Batuk; Sakit panas, Sembelit, Terlambat haid, perut mules saat haid; Disentri, Perut Mulas, Perut Mual, Lelah, Bau badan, Keriput wajah. Menghentikan Kebiasaan Merokok.
Ø  Penggunaan
:
Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk.


5.     SIMPLISIA TANAMAN SIRIH MERAH
 








Pendahuluan



Ø  Nama Lain
:
Piper crocatum , (Sulawesi) piper ornatum.

Ø  Famili
:

Piperaceae

Ø  Spesies
:

P. ornatum

Ø  Khasiat
:
Khasiat sirih merah memang  tidak terlepas dari kandungan yang ada di dalamnya yaitu flavonoid dan polivenol yang berfungsi sebagai antideabetik, anti kanker, dan berfungsi sebagai antioksidan. Namun masih ada manfaat dan khasiat dari sirih merah untuk kesehatan, yaitu sebagai antiseptik dan juga mampu menjadi anti antiinflamasi. senyawa alkoloid pada daun sirih merah juga bisa bermanfaat untuk  penghambat tumbuhnya sel-sel kanker. Kandungan karvakol pada daun sirih merah berkhasiat untuk desenfektan, anti  terkena jamur, sehingga berfungsi sebagai obat kumur dan obat keputihan.

Ø  Penggunaan
:
Sirih merah adalah tumbuhan merambat yang ditanam orang karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan sirih maupun lada.


6.     SIMPLISIA TANAMAN MENGKUDU
 










Ø  Nama Lain
:
(Basa Aceh: keumeudee, Jawa: pace, kemudu, kudu); cangkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali). Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi)
Ø  Khasiat
:
Penyakit Darah Tinggi, Betis Kering Bersisik dan Merekah Tumit Kaki, Meredakan Batuk, Penyakit Kuning, Demam, Mengecutkan Rahim

Ø  Penggunaan
:
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan





DAFTAR PUSTAKA


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar