Jumat, 02 Maret 2012

Mencoba Menjadi Istri Sholehah



Sebagai Wanita,, kita memang diharuskan untuk mengetahui segalanya. Ibaratnya HARU SERBA TAHU dan MAU TAU. karena Kita sebagai wanita dihadapkan oleh Suami, Saudara, Teman, dan sebagainya.

Wanita Shalihah (isteri shalihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat Muslim diingatkan, supaya waspada terhadap khadra’uddiman, yaitu wanita cantik yang tumbuh dewasa di tempat yang buruk.

Banyak wanita mendambakan titel itu, tetapi sangat sedikit yang sampai kepada tujuan yang dirindukan. Sebab, perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh seorang wanita mengharuskannya melalui jalan yang terjal, berkelok, berbatu, naik bukit dan turun gunung, penuh onak dan duri. Kenanglah sejenak perjalanan hidup para pemimpin wanita ahli surga, yaitu sebaik-baik wanita sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini.

“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari Muslim). Dari Abu Musa ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Lelaki yang sempurna banyak, tetapi tidak demikian halnya bagi wanita kecuali Asiah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Dan sesungguhnya keutamaan Aisyah atas wanita lainnya seperti keutamaan tsarid (lauk yang berminyak) atas makanan lainnya.” (HR. Bukhari). Nabi Saw bersabda: “Fatimah adalah pemimpin wanita ahli surga”. (HR. Bukhari).

Kesemua wanita yang disebut di dalam hadits-hadits di atas, yang diberi gelar sebagai sebaik-baik wanita ahli surga (Maryam, Asiah, Khadijah, Aisyah dan Fatimah) adalah wanita-wanita yang perjalanan hidupnya penuh dengan ujian dan tantangan. Mereka ditimpa banyak musibah dan bala bencana, baik dalam urusan keluarga, masyarakat dan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Namun mereka tidak bergeming dari keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt.

Apakah ciri dan karakter yang dimiliki dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, sehingga dengan tegar bertahan dari segala amuk duniawi, dan mendapatkan gelar mulia sebagai wanita/istri shalihah? Secara umum dijelaskan di dalam al-Qur’an, Allah Swt berfirman:|

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Qs. An Nisaa’ 4: 34).

Inilah ayat yang menerangkan secara terperinci tentang ihwal kaum wanita dalam kehidupan rumah tangga yang berada di bawah kepemimpinan kaum pria. Disebutkan bahwa ada dua jenis wanita: yang shalihah dan yang tidak shalihah. Lalu ciri shalihah antara lain adalah taat, yaitu taat kepada Allah Swt, kepada Rasul Nya dan taat kepada suami. Selain itu dia betah tinggal di rumah, bersikap ma’ruf kepada suami dan menjaga kehormatan diri di saat suaminya tidak ada di rumah.

Ats-Tsauri dan Qata-dah mengatakan: Arti menjaga kehormatan diri di saat suami tidak ada di rumah adalah menjaga segala sesuatu yang mesti dipelihara, baik berkenaan dengan kehormatan diri maupun harta. Sementara itu Ibnu Jarir dan al-Baihaqi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda:

“Sebaik-baik wanita adalah yang menawan hatimu bila engkau pandang, taat manakala engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan dirinya ketika engkau tidak ada di rumah.” Kemudian Rasulullah Saw. membaca ayat tersebut di atas. (Qs. An Nisaa’ 4: 34).

Syeikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga kehormatan diri di sini adalah menutup apa yang dapat membuat malu ketika diperlihatkan atau diungkapkan. Artinya, menjaga segala sesuatu yang secara khusus berkenaan dengan rahasia suami istri, serta tidak menceritakan rahasia suaminya kepada siapapun kecuali kepada orang yang benar-benar dipercaya karena ingin mencari solusi keruwetan rumah tangga.

Secara syar’i, yang juga bisa dikategorikan dalam hal ini adalah keharusan merahasiakan segala sesuatu yang berkaitan dengan hubungan intim suami istri, termasuk didalamnya menceritakan hal-hal yang tidak senonoh. Jangan seperti khadrau’ud-diman, seperti yang sering ditayangkan infotainment tv, mengumbar segala aurat keluarga sehingga orang jijik mendengarnya.

Apatah lagi bila sampai ke bentuk-bentuk perilaku yang mereka laksanakan sebagai pasangan suami isteri yang tidak layak didengar oleh selain mereka. Selain itu juga dapat difahami bahwa ungkapan yang disebut oleh al-Qur-’an di atas, merupakan salah satu ungkapan yang memiliki arti kiasan yang amat mendalam: menghentak kaum wanita yang keras hati, namun bisa difahami rahasianya oleh mereka yang berhati lembut.

Kaum wanita memang memiliki naluri yang demikian lembut, dimana anda sekalian bisa menerobos hati mereka hanya dengan menyentuh ujung jarinya saja. Jantung mereka memiliki nadi-nadi peka yang segera memompakan darah ke raut wajah mereka manakala menerima rangsangan.

Maka tidak dibenarkan menghubungkan langsung kalimat hifzhul ghaib (menjaga harta dan kehormatan diri) dengan kalimat bima hafizhallah (sebagaimana Allah menjaga dirinya). Sebab perpindahan yang demikian drastis dari penuturan rahasia diri yang tersembunyi ke arah penuturan penjagaan Allah yang demikian jelas memalingkan seseorang untuk berfikir secara berkepanjangan tentang hal-hal yang berada di balik tabir-tabir rahasia pribadi suami istri. Yakni, hal-hal yang tersembunyi dan rahasia, untuk dialihkan pada pengawasan Allah Azza wajalla.

Penghormatan yang diberikan kepada kaum wanita melalui kesaksian Allah tersebut di atas, dimaksudkan agar mereka tetap terjaga dari jamahan tangan-tangan kotor, pandangan mata jahil, atau pergunjingan, di saat suami mereka tidak berada di rumah, melalui bujukan, rayuan berupa lembaran-lembaran uang, mobil mewah, rumah indah atau beberapa kerat roti.

Jadi, wanita-wanita shalihah ialah wanita yang menjaga harta dan kehormatan dirinya ketika suaminya tidak di rumah, sebagaimana Allah telah menjaga mereka. Itulah yang menjadi sifat shalihah kepada mereka. Sebab seorang wanita yang shalihah akan selalu mendapat pengawasan dari Allah Swt, dan ketakwaan yang mereka miliki menyebabkan mereka bisa menjadi wanita-wanita yang terpelihara dari sifat khianat dan mampu menjaga amanat.

Oleh karena itulah yang dimaksud dengan Wanita Shalihah dalam ayat diatas adalah mereka yang selalu taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, suaminya dan tidak memperturutkan hawa nafsunya dalam hidup hariannya. Apabila dikaitkan arti ayat yang disebutkan di atas tepat sekali untuk menggambarkan ihwal kaum wanita masa kini yang senang membeberkan rahasia-rahasia rumah tangga sendiri, atau rumah tangga orang lain (gosip wanita sinetron) dan tidak bisa menjaga harta dan kehormatan dirinya manakala suami mereka tidak berada di rumah bukanlah termasuk dalam koridor wanita shalihah.

Jangan seperti khad-rau’uddiman, seperti yang sering ditayangkan infotaiment tv, mengumbar segala aurat keluarga sehingga orang jijik mendengarnya. Jika diamati dengan seksama keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa isteri yang shalihah mempunyai karakter sebagai berikut:

1. Menaati Allah dan Rasul Nya
Dengan ketaatannya itulah sebagai aset terbesar baginya untuk meraih ganjaran tertinggi sebagai buah dari ilmu dan imannya. Yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan, dia kekal didalamnya selama-lamanya. Allah Swt. berfirman:|

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (Qs. An Nisaa’, 4: 13).

Firman Allah: “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs. An Nisaa’, 4: 69).

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Semua ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan (tidak mau). Para sahabat bertanya: Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Barang siapa yang ta’at kepadaku (mengikuti Sunnahku), dialah yang akan masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari)
Maka demikian pula seorang wanita atau isteri, dia akan masuk surga dengan menaati Allah dan Rasul-Nya dengan sebenar-benarnya.

2. Menaati Suami
Ketaatan kepada suaminya merupakan pintu keselamatan baginya untuk meraih kenikmatan yang kekal dan abadi di surga. Rasulullah Saw bersabda:
“Jika seorang isteri itu telah menunaikan shalat lima waktu, dan shaum (puasa) dibulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan: masuklah ke surga dari pintu mana saja kamu suka.” (HR. Ahmad)

Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasanya Asma datang kepada Nabi dan berkata: Sesungguhnya aku adalah utusan dari kaum wanita Muslim, semua mereka berkata dan berpendapat sebagaimana aku Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita, kami telah beriman kepadamu dan mengikutimu, (namun) kami kaum wanita merasa dibatasi dan dibelenggu. Padahal kamilah yang menunggu rumah mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, sedang mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, menyaksikan jenazah dan berjihad di jalan Allah.

Dan apabila mereka ke luar berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan kamilah yang memelihara anak-anak mereka, maka apakah kami tidak mendapatkan bagian pahala mereka wahai Rasulullah? Maka berpalinglah Rasulullah kepada para sahabatnya dan bertanya: Apakah tadi kamu sudah mendengar pertanyaan sebaik itu dari seorang perempuan tentang agamanya? Mereka menjawab: Ya, Demi Allah wahai Rasulullah, kemudian beliau bersabda: Pergilah engkau wahai Asma dan beritahukanlah kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa layanan baik salah seorang kamu kepada suaminya, meminta keridhaannya dan menuruti kemauannya menyamai (pahala) amalan laki-laki yang engkau sebutkan tadi. Maka Asma pun pergi sambil bertahlil dan bertakbir karena gembiranya dengan apa yang diucapkan Rasulullah kepadanya. (Al Istii’aab, Ibnu ‘Abd al Bar)

Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita berkata:“Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum wanita untuk berjumpa denganmu. Sesungguhnya jihad hanya diwajibkan atas kaum laki-laki saja, sekiranya mereka menang mereka memperoleh pahala dan sekiranya mereka terbunuh, maka mereka senantiasa hidup dan diberi rizki di sisi Rabb mereka. Sedangkan kami golongan wanita menjalankan tugas (berkhidmat) untuk mereka, maka adakah bagian kami dari yang tersebut? Maka Rasulullah menjawab, Sampaikanlah kepada siapa saja dari kaum wanita yang engkau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak suami adalah menyamai yang demikian itu, dan amat sedikitlah di antara kamu yang mampu melaksanakannya.” (HR al Bazzar).

3. Melayani Suami
Sebagian isteri sangat taat kepada suaminya, tapi kurang pandai melayani suami dengan sebaik-baiknya. Maka jika taat kepada suami dan pandai melayaninya, hal itu merupakan kemuliaan tersendiri yang mengangkat derajatnya meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, maka ia akan masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu’adz diutus ke Yaman atau Syam dan dia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pembesar dan kepada pendeta-pendetanya. Maka beliau berkata dalam hatinya sesungguhnya Rasulullah lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka). Maka tatkala ia datang kepada Rasulullah ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pembesar dan kepada pendeta-pendetanya, dan aku berkata dalam hatiku sesungguhnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka) lalu beliau bersabda: Andaikata aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang, maka sungguh akan kuperintahkan isteri bersujud kepada suaminya dan seorang isteri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga menunaikan kewajibannya terhadap suami seluruhnya, sehingga andaikan (suaminya) memerlukannya di atas kendaraan, sungguh ia tidak boleh menolaknya. (HR Ahmad)

4. Menjaga Kehormatan Diri
Ciri keempat inilah yang merupakan kunci dari keshalihan seorang isteri yang berada di bawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang memiliki isteri dengan karakteristik seperti ini berarti telah memiliki harta simpanan yang terbaik.

Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi seorang (lelaki) Mukmin sesudah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia diperintah ia taat, jika ia dipandang menyenangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap berbuat baik, dan jika ia ditinggalkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah).

Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda: “Ada empat perkara siapa yang memilikinya berarti mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, tubuh yang bersabar ketika ditimpa bala bencana (musibah) dan isteri yang tidak menjerumuskan suaminya dan merusakkan harta bendanya.” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).
Wanita paling baik adalah wanita (isteri) yang apabila engkau memandangnya menggembirakanmu, apabila engkau menyuruhnya dia pun menaati, dan apabila engkau pergi dia juga memelihara dirinya dan menjaga hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).

Semoga para akhwat mampu memiliki karakter tersebut sehingga melayakkannya mendapat pahala yang telah dijanjikan Allah Swt. Mereka menjadi partner dalam perjuangan fi sabilillah, dan menjadi pendamping setia dikala suka dan duka bersama suami yang dicintainya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Source.. : google




Jumat, 17 Februari 2012

Avril Lavigne dikala ku GALAU

...mmmh.....
Sehabis Ultahku 13 februari kemarin....banyak cobaan yang kian mendera
dari pulang kerja ta dapat mobil akhirnya jalan kaki lah..dari konflik si dia sama masa laluku..sungguh ..sangat ramai cobaan mendera hidupku di februari ini..
AKU SELALU berusaha TEGAR
menjadikan HAL ITU sebagai MOTIVASI ku untuk LEBIH BAEK.. krn AKU YAKIN ALLAH SELALU BERSAMAKU ..
ALLAH SELALU ADA UNTUKKU

.... sepulang dari kecapean,, ingin aku lantunkan ayat Suci Al-Qur'an
Karena Al Qur'an lah yang membuat hatiku LEBIH BAIK /..
Ta hanya itu..Karena aku sedang tidak shalat <Menstruasi> aku tak bergegas mengambil kitab suci Al-Qur'an...
aku alihkan ...ke HP mungilku...Aku setel lagu Avril Lavigne
Now Playing "Tomorrow" and Innocence.. BUKAN MAKSUDKU menyamakan AL-QUR'AN dgn LAGU AVRIL LAVIGNE ..
itu hanya hiburanku..Yang pasti AL-Qur'an lah penenang JIWAKU yang UTAMA.. dan ALLAH lah PEMELIHARA JIWAKU disetiap saat.
My Kitty.. Boneka Lucu Hello Kitty yang diberikan sma Ryan,, mantanku kemarin..segera aku masukkan ke plastik,, dan tak lagi mendekapnya..karena semakin aku mendekapnya..aku menjadi MERASA BERSALAH krn DISAAT itu juga aku menjadi INGAT AKAN SEMUA KEBAIKAN DIA.
WALAU dia TAK BAIK sma cowoku sekarang.. IFAN ... tak tau kenapa DIA BISA buatku MERASA NYAMAN.

mmmh..Ryan seringkali berkata kasar dengan Ifan..walau dia ta pernah berkata kasar padaku .... Yahh..Mungkin itu semua juga karena KESALAHANKU dlu yang pernah nyakitin dia.. MUNGKIN DIA JADI LEPAS KONTROL gitu...
kata Ryan.. "hanya Kamu orang yang bisa ngendaliin aku" .. Aku tau..Mungkin Allah memberikan Hal yang bisa ngontrolin fikiran Ryan itu lewat aku..
tapi..kenapa harus aku ??/ Aku menjadi SANGAT DILEMA.. memang sayangku juga BELUM HILANG dengan DIA..
itu semua karena sikap dia yang selalu baek dengan aku..TAPI kenapa ?/ Ryan harus berbuat tidak baek dengan orang yang dibelakangku ??
Ifan yang menjadi sasaran ..AKU BELAJAR KEDEWASAAN DARI ipan..dya Lebih Mengontrol EMOSINYA... Lebih tenang ...
itu yang buatku merasa..Dia sosok yang kalem dan tidak Grusa grusu..walau kadang dia juga Nyebelin hhe ^_^

Tapi kni.semua HILANG .tinggallah AKU SENDIRI ..dan lantunan Lagu Avril Lavigne yang sedikit menjadi pelipur lara ..



Senin, 13 Februari 2012

New Abbey Dawn Fall photo shoot for 2012

Setelah lama tak mencari cari pict. dari Avril Lavigne.. Sedikit neh.. ada hasil New Abbey Dawn Fall photo shoot for 2012 ..Silahkan kalian Lihat ^_^ xoxo

























Saat Aku Bosan_

13 Februari kemarin adalah hari ulang tahunku..
Sekarang tanggal 14 Februari. Banyak yang berkata ini adalah Hari Kasih Sayang .. Ukhti ana Akhi. sebenarnya dalam Islam Valentine itu diharamkan..
Diharamkan karena valentine itu sebenarnya adalah Budaya Orang Barat. Yang sudah menjadi umum dalam Budaya kita.

mmmh.. berfikir tentang hal itu, saya sendiri sebenarnya sedang tak enak hati.. Hhe ^_^
Karena tempat kerja saya sekarang Mulai Membosankan. Semua seakan Jauh, hampa, kosong, tak ada semangat ! tapi dalam hati kecilku aku selalu berusaha untuk tidak larut dalam kebosanan ini._
Ingin keluar, tapi lum da kerjaan.. tetap disini, hati sudah terasa BOSAN. tapi Ya Sudahlah.. Selalu aku coba syukuri... Ya Allah ..kuatkanlah Hamba-Mu ini.. Aku selalu memohon petunjuk-Mu supaya aku tak salah berkata..
MENDING SAYA DIAM DULU SAJA... Mungkin yah..jika hatiku sedang GUNDAH.. Sungguh Aku rasa sangat BOSAN. Ya Allah ,,, Berilah aku kesabaran, petunjuk dan Ridha-Mu. ^_^
Astaghfirullah Ya Rabb .. Hanya engkau yang Maha Atas Segalanya

Rabu, 08 Februari 2012

Gunung Slamet Guci

Setelah lama tak bergelut dengan Blogger,, hari ini tepatnya tanggal 09 Februari hari Kamis..hhe

Eh yahhh...mengulas pengalamanku dulu..

Dulu...aku pernah ikut Pendakian Massal Gunung Slamet yang ke 6, saat Ulang Tahun Kotaku Tercinta Kota Tegal..

Disana aku menemukan banyak pengalaman dan hal baru dari mulai rasa kebersamaan yang sering aku tak dapatkan di Rumah, karena teman - temanku pada keluar kota semua.

Ketika kami semua akan memulai perjalanan, para peserta mempersiapkan segala yang dibutuhkan  dari mulai mengecek isi tas, ada juga yang sibuk mencari toilet atau WC ..karena pada kebelet pipis ^_^ seperti saya ini..

Mau pipis dulu ah,, biar diatas ga kepengen pipis hhe


Aku memulai perjalanan bersama Pade ku Pade Ecko..
Fiuhhhh.. ternyata capek juga..padahal baru perjalanan awal. Setelah lama ... lama .. dan lama..akhirnya sampai juga di pos pertama.. kami semua beristirahat sejenak. meminum minuman yang telah kami bawa. ( Kalo saya sih,, sebenernya belum pengen minum ) hhe

Ayyoo..lanjut ...terus jalan keatas,, hhe^_^
Capekk sangatt..apalagi taskku ne yang gde bangett. tapi tetep Keep Spirit..
sampe di pos berapa yah..aku ketemu dengan teman - teman ku... Dia bersedia bawain Tas beratku ini ..hhe
Alhamdulilllah..
Langsung ja yah..setelah lama ..lama ..menusuri lembah, jalan yang terjal dan sangat menanjak..sampai juga di lereng...disana kami membuat tenda..Suasana lereng di Sore hari .. Subahanallah
 
Sangat Indah Kuasamu Ya Rabb
Ku Lantunkan sujud syukur ku ini kepada-Mu Ya Rabb 
karena Kau Masih memberiku Nafas kehidupan 
untuk Selalu melihat keindahan yang telah engkau ciptakan
Ne dia Keindahan Lereng Gunung Slamet di Waktu Senja Hari ..Subhanallah ..Indahnya
Subhanallah ... 

.....Ne waktu aku pertama berangkat Menuju Gunung Slamet Guci



Wooahhh capeknya..hhe ^_^


Tapi.... semua terbayar dengan Keindahan yang ada dipuncak.. Ne dia neh..beberapa Pict yang sempet aku buat 











































Selasa, 07 Februari 2012

Ketika Kamu Sakit

Tulisan ini saya copy dari muslimah.or.id

Semoga bermanfaat untuk kalian semua teman - temanku

Dikala Sakit…

Bismillah…… washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa’ala aalihi wa ashabihi waman tabi’ahum biihsan ila yaumiddin…. amma ba’du
Saudariku, semoga Allah merahmatimu.
Begitu banyak kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita. Kenikmatan yang tiada terhitung dan tak dapat pula diganti dengan emas permata. Salah satunya adalah nikmat sehat yang banyak kita lalaikan. Akan tetapi, bagaimana jika Allah menghendaki kesehatan itu lenyap dari kita sehingga kita menderita sakit? Apakah yang harus kita lakukan agar sakit yang kita alami dapat berubah menjadi ladang pahala dan penghapus dosa?
  • Orang yang sedang jatuh sakit berkewajiban untuk rela menerima ketetapan Allah, bersabar menghadapi takdir-Nya, dan berprasangka baik kepada-Nya. Semua itu akan lebih baik baginya.Hal itu sebagaimana pernah disinggung Rasullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
    عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
    “Sungguh mengagumkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik , dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim, al Baihaqi dan Ahmad )
  • Orang yang sakit harus benar-benar berada dalam keadaan antara rasa takut dan berharap, takut kepada siksa Allah atas dosa-dosanya disertai dengan perasaan mengharapkan rahmat-Nya. Dasarnya adalah hadis Anas radhiyallahu ‘anhu:“Bahwasannya Nabi  shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang pemuda saat menjelang kematiannya. Kemudian beliau bertanya : “Apa yang engkau rasakan?” Dia menjawab: Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar berharap kepada Allah dan sesungguhnya aku takut akan dosa-dosaku.” Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    لا يجتمعان في قلب عبد في مثل هذا الموطن إلا أعطاه الله ما يرجو وآمنه مما يخاف
    “Tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba kedua hal tersebut dalam keadaan semacam ini (sakit), melainkan Allah akan merealisasikan harapannya dan memberikan rasa aman dari apa yang dia takuti.” (HR. Turmudzi dan yang lainnya dengan sanad hasan).
  • Separah apapun penyakit yang diderita seseorang, dia tidak diperbolehkan untuk mengharapkan kematian. Pernyataan ini berdasarkan hadis Ummu al-Fadhl (istri Abbas) radiyallahu ‘anha, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk mereka, sementara ‘Abbas, paman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, tengah mengeluh (karena sakit) sampai mengharapkan kematian. Maka  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    يا عباس يا عم رسول الله لا تتمن الموت ان كنت محسنا تزداد إحسانا إلى إحسانك خير لك وان كنت مسيأ فان تؤخر تستعتب خير لك فلا تتمن الموت
    “Wahai pamanku, janganlah engkau mengharapkan kematian. Karena sesungguhnya, jika engkau seorang yang baik lalu diberi usia yang panjang, engkau bisa menambah kebaikanmu, dan itu lebih baik. Adapun jika engkau seorang yang banyak berbuat buruk lalu diberi tenggang usia, kemudian engkau berhenti dari perbuatan buruk tersebut dan bertobat, maka yang demikian itu lebih baik. Karena itu janganlah engkau mengharapkan kematian.” (HR. Ahmad)
    Dalam riwayat yang lain, yang disebutkan oleh as-Syaikhan (Bukhari dan Muslim), al-Baihaqi (III/377) dan lainnya dari hadis Anas, dengan kalimat senada dengan hadis tersebut secara marfu’, di dalamnya disebutkan :
    فَإِنْ كَانَ لا بُدَّ فاعلاً فليقُل : اللَّهُمَّ أَحْيني ما كَانَت الْحياةُ خَيراً لِي وتوفَّني إِذَا كَانَتِ الْوفاَةُ خَيْراً لِي
    “Kalau dia terpaksa harus melakukan hal tersebut (mengharapkan kematian), hendaklah dia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika hidup ini lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.’” Hadis shahih, sebagaimana telah di-takhrij dalam kitab Irwaa-ul Ghalil (no. 683).
  • Jika orang yang sakit itu mempunyai beberapa kewajiban yang harus dibayarkan, hendaklah ia segera menunaikan kepada yang berhak, jika memang dia tidak merasa kesulitan untuk melakukannya. Jika tidak demikian, hendaklah dia berwasiat mengenai kewajibannya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
    من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه
    “Barangsiapa yang pernah mendzlimi saudaranya, baik terhadap kehormatan maupun hartanya, hendaklah dia meminta untuk dihalalkan sekarang, sebelum tiba hari Kiamat , ketika dinar dan dirham tidak lagi diterima. Jika dia memiliki amal shalih, maka amal itu akan diambil sesuai besar kedzalimannya dan diberikan kepada yang berhak. Jika dia tidak memiliki amal shaleh maka dosa-dosa orang yang didzalimi akan diambil dan dibebankan kepadanya.”
    Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
    مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَلَيْسَ ثَمَّ دِيْنَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
    “Siapa yang meninggal dunia sementara dia masih menaggung hutang maka (sadari) di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham, melainkan kebaikan dan keburukan.” (HR. Hakim,  Abu Dawud, At-Thabarani, dan dishahihkan al-Albani)
    Keharusan untuk segera merealisasikan wasiat bagi orang yang sakit. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :
    ما حق امرئ مسلم له شيء يريد أن يوصي فيه يبيت ليلتين إلا ووصيته مكتوبة عنده
    “Tidaklah benar bagi seorang Muslim yang masih bertahan hidup dua malam, sementara dia mempunyai sesuatu yang hendak dia wasiatkan, melainkan wasiatnya sudah tertulis dekat kepalanya.” (HR. Muslim)
  • Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallammemerintakan untuk  berobat dan berupaya mencari kesembuhan serta tidak berputus asa dari kesembuhan atas suatu penyakit.Dari Jabir bin ‘Abdillah, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda :
    لكل داء دواء فإذا أصيب دواء الداء برأ بإذن الله عز و جل
    “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Oleh karena itu, barang sipa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah ‘azza wa  jalla dia akan sembuh.” (HR. Muslim, Ibn Hiban, dan Hakim)
    Dari abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita bahwa Rasulullah bersabda :
    ما أنزل الله داء إلا أنزل له دواء
    “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan obat untuknya.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkan al-Albani)
Saudariku hayatilah hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut, semoga menjadi penghibur bagi engkau yang sedang sakit.
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah radiyallahu’anhuma, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
“Tidaklah seorang muslim ditertimpa kepayahan, penyakit, keguncangan, kedukaan, maupun kesulitan, bahkan sampai duri yang menusuknya, melainkan dengannya Allah akan menghapukan kesalahan-kesalahannya.” ( Mutatafaq’alaih)
Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku pernah masuk ketempat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau tengah menderita sakit panas, lalu aku bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau benar-benar menderita sakit panas yang sangat tinggi.” Beliau menjawab:
“Benar,  sesungguhnya aku menderita sakit panas seperti yang dirasakan oleh dua orang ( dilipatkan dua kali)  diantara kalian.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: Itu berarti engkau mendapatkan dua pahala ? Beliau menjawab : “Benar, seperti itulah kiranya.
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللَّهُ لَهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا
“Tidaklah seorang muslim tertimpa oleh suatu yang tidak menyenangkan, sakit atau yang lainnya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Dan dosanya akan berguguran sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يُرِد اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka akan ditimpakan cobaan padanya.” ( HR. Al-Bukhari )
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallamI bersabda:
إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وإن الله إذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط
“Sesungguhnya besarnya pahala tergtantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala jika mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan cobaan kepada mereka. Barang siapa yang ridha maka dia akan memperoleh keridhaan-Nya dan barangsiapa yang murka maka dia akan memperoleh kemurkaan-Nya.”  (HR. At-Tirmidzi, dia mengatakan; Hadis ini Hasan)
Demikian yang bisa kami haturkan, semoga Allah ta’ala memberi kesembuhan kepada saudari yang sedang sakit, memberikan kesabaran kepada mereka dan menghapuskan  dosa-dosa mereka. Amiin….
Wabillahi taufiq walhamdulillahi rabbil ‘aalmiin

Jumat, 03 Februari 2012

13 Februari.. Tanggalku dilahirkan

hari ke 4 di Bulan Februari ..kemarin tanggal 3 februari tepatnya di hari jum'at..

memoriku ada yang Ngeformat.Nyebelin sangat...aku hanya bisa bersabar melihat semua dataku hilang.ribuan foto Avril Lavigne, Taylor, dan dokumen penting lainnya..

mmh.. menuju 13 februari ..tanggal aku dilahirkan oleh seorang ibu yang senantiasa sabar merawatku hingga nanti aku menginjak umurku yang ke 19 //ya Allah ..umurku semakin berkurang

belum ada sebuah amal kebaikan yang serasa aku lakukan. Aku hina di Matamu ya Rabb
begitu banyak kesalahanku ditahun lalu , nanti, ataupun sekarang.
begitu banyak orang yang tersakiti karenaku ..Yaa Rabb

Aku hanya mampu memohon ampun MU sembari aku memperbaiki perilakuku dahulu
Semoga dimaafkan Ya Allah.. Aamiin